
Martin menilai, tim seharusnya diisi perwira dengan rekam jejak bersih. Ia menyinggung rekam jejak Budhi yang sempat terseret kasus pembunuhan Brigadir Yosua pada 2022.
Saat itu, sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan, Budhi menyampaikan kronologi versi Ferdy Sambo bahwa Yosua tewas dalam baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer. Padahal, fakta sebenarnya Yosua ditembak atas perintah Sambo.
Atas perannya, Budhi sempat dijatuhi sanksi penempatan khusus dan demosi. Namun kini ia justru mendapat promosi sebagai Karowatpres Polri sekaligus dipercaya masuk tim reformasi.
“Saya tidak sependapat apabila tim Transformasi dan Reformasi Polri diisi oleh pejabat dengan riwayat penanganan perkara abal-abal yang terbukti tidak ada peristiwa hukumnya serta memberikan rilis pers yang isinya kebohongan,” ujar Martin, Senin (22/9/2025).

Ia menekankan tim reformasi memiliki tugas berat dan harus berisi personel yang benar-benar setia pada hukum serta tidak mudah dipengaruhi. Martin pun meminta pemerintah melakukan penyaringan ketat agar tim ini benar-benar diisi putra-putri terbaik bangsa demi mewujudkan Polri yang profesional, zero KKN, dan bekerja untuk rakyat.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4499752/original/027418700_1689149923-IMG-20230712-WA0016.jpg)


